Rabu, 27 Agustus 2014

Secercah Harapan Dimasa Sana

Berawal dari niat menuju tekat.
Dan berawal dari keterpaksaan menjadi rutinitas.
Mungkin hal itu yang tergambar dari kita.
Berawal bukan dari orang yang hebat, yang kuat, dan sepemikiran.
Kita hanya orang-orang yang mencari jati diri dan kepastian.
Sifat merupakan ciri khas stiap insan.
Perbedaan sifat mutlak ada dalam diri kita.
Tapi ada kesamaan di stiap perbedaan itu.
Perdebatan, pertentangan dan perselisihan, meracik batin kita agar menyatu.
Selalu ada luka dibalik senyum canda ria.
Mungkin arti pengorbanan saat itu adalah luka.
Tapi karena luka itu kita menjadi satu.
Setelah ribuan kali matahari naik turun di angkasa.
Semakin erat ikatan batin yang tertanam.
Ditempa bersama membuat kita memiliki pemikirin yang berkembang.
Kita mulai berpendapat, terkadang kesuksesan berawal dari ketidaksempurnaan.
Sebab kesuksesan hadir disaat kita belajar dari kesalahan dan mengatasinya.
Hal itu yang membuat kita mengerti sepercik arti kehidupan.
Tiga tahun sudah kita ditempa secara bersama-sama.
Begitu banyak hal yang dijalani dan dilewati.
Suka duka akan dijadikan pengalaman hidup yang tak terlupakan.
Biarkan stiap goresan pengalaman menyayat-nyayat dibenak kita.
Kelak kita akan tertawa melihat masa-masa itu.
Kini kita sudah berdiri di alas yang berbeda.
Berdiri dan berlari kearah tujuan nya masing-masing.
Bukan pertanda perpisahan.
Melainkan pertanda kejutan jika kelat kita bertemu.
Kita bermimpi dimasa ini, tapi berkreasi dimasa mendatang.
Meski tidak satu drap, tapi langkah ini serentak akan menghancurkan kekalutan dalam diri.
Kepastian dan kepercayaan adalah barang langkah yang harus dijaga.
Biarkan setiap butiran keringat menjadi saksi kerasnya medan yang terjal.
Bongkar kepalsuan dalam diri.
Tebas habis rantai yang membelit hati nurani.
Sikat semua sepercik cahaya untuk kepala kita.
Tiba waktunya, masa depan yang menanti kita.


SalaM JabaT EraT

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Followers